Terjebak Nostalgia
Suatu pagi hawa dingin masih menyelimuti seakan enggan beranjak dari tempat tidurku, tetapi ada janji yang harus aku tepati. Janji dengan seorang lelaki yang mengajarkanku arti rasa nyaman. Aku bergegas untuk siap-siap sebelum ia menghampiriku, tak lama kemudian terdengar klakson mobil didepan rumahku. “Oh ternyata dia sudah datang” ucapku dalam hati sembari berkaca penampilanku saat itu. Aku berlari membukakan pintu dan kusapa dengan senyum termanisku. Tak lama kemudian segera berangkat karena waktu menunjukan pukul tujuh. Saat itu ialah kali pertama ku bertemu dengannya. Ketika kupandang dia jantung ini berdegub lebih kencang seakan merasakan getaran sesuatu. “Apakah ini yang di namakan jatuh hati?” batinku sembari memandangnya. Dia berkata “jangan memandangku terus nanti kamu jatuh cinta” jawabku dengan senyum tipis. Setelah 3 jam perjalanan sampailah ke negeri di atas awan kabut tebal menyelimuti, udara terasa sangat dingin. ...