Postingan

Gambar
Clossing Ceremony Festival Teater Jateng 2019 Setelah di laksanakannya Festival Teater Jateng 2019 yang berlangsung selama 4 hari, sejak hari senin hingga selasa yang telah diikuti dari berbagai teater-teater yang ada di sma serta universitas di Jawa Tengah. Festival teater ini telah diberlangsung   selama 19 tahun, dan hanya teater gema yang menyelenggarakan festival teater dengan skala nasional. Sebagai mahasiswa UPGRIS merasa bangga atas pencapaian tersebut dan turut mengapresiasi apa yang telah dilakukan panitia serta anggota teater gema. Selain penutupan festival, sekaligus peluncuran kitab lakon kedua yang berjudul “ Yang Tak Ada Tak Akan Pernah Hilang” yang ditulis dari anggota teater gema mulai dari semester 2, 4, 6 serta alumni turut berpartisipasi dalam pembuatan kitab lakon kedua ini. Awal acara yaitu penampilan dari sangkatama yang merupakan salah satu Ukm di Universitas PGRI semarang yang menampilkan karawitan. Terdapat 2 sinden yang mengalunkan gendhing-gendhi...

Senja

masih disini ... tempat dulu mengukir sejuta janji tapi saat ini aku tak tau lagi kemana hati kan terus berjalan jika sudah tak ada lagi tujuan langkahku sore ini lembayung senja yang menemani ini bukan tentang sebanyak apa cerita yang di ciptakan tapi ... sebanyak apa rasa yang dapat di rasakan terdapat rasa yang tak ingin kurasa tetapi terselip rindu yang tak bisa di eja senja menyapa seolah mengingatkan yang telah lalu senjaku tak seperti dulu

Kelam

Dan sebuah nama di dalam pesanku berisi rindu yang ku harapkan berujung temu sadar bahwa bukan aku yang kamu cari pilihan ku mungkin hanya ingin pergi namun hati memaksaku disini dengan terbiasa menyendiri bersama pesan pesan yang tak kau baca ini dari si pengirim yang mencintai namun akhirnya terlukai

Terjebak Nostalgia

       Suatu pagi hawa dingin masih menyelimuti seakan enggan beranjak dari tempat tidurku, tetapi ada janji yang harus aku tepati. Janji dengan seorang lelaki yang mengajarkanku arti rasa nyaman. Aku bergegas untuk siap-siap sebelum ia menghampiriku, tak lama kemudian terdengar klakson mobil didepan rumahku. “Oh ternyata dia sudah datang” ucapku dalam hati sembari berkaca penampilanku saat itu. Aku berlari membukakan pintu dan kusapa dengan senyum termanisku. Tak lama kemudian segera berangkat karena waktu menunjukan pukul tujuh.      Saat itu ialah kali pertama ku bertemu dengannya. Ketika kupandang dia jantung ini berdegub lebih kencang seakan merasakan getaran sesuatu. “Apakah ini yang di namakan jatuh hati?” batinku sembari memandangnya. Dia berkata “jangan memandangku terus nanti kamu jatuh cinta” jawabku dengan senyum tipis. Setelah 3 jam perjalanan sampailah ke negeri di atas awan kabut tebal menyelimuti, udara terasa sangat dingin. ...

Putih Abu Abu

Gambar
Pintu ingatan kembali terketuk Oleh sejuta kenangan yang mulai melapuk Tentang kisah putih abu abu Yang masih mengebu Kenangan teman SMA Bukan teman yang ditolak karena cinta Kini mereka mulai tak ada kabar Meski setiap malam ku selalu  Mencari melalui tatapan layar  Berharap bisa sejenak berkumpul bersama Bertukar cerita Sembari mengorek luka lama Berbagi tawa Lupakan semua luka